oleh

PP GPI: Jangan Biarkan Berita Bohong Rusak Reputasi Lembaga Seperti BAZNAS

TEMPOTERKINI.COM – Bendahara Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Islam (Bendum PP GPI), David Hamka, memberikan tanggapan resmi atas mencuatnya pemberitaan di salah satu media daring yang menyebut dugaan gratifikasi dari Bank Jakarta kepada para komisioner BAZNAS (BAZIS) DKI Jakarta.

Dalam keterangan yang awakmedia terima melalui Pesan WhatsApp David Hamka menegaskan pentingnya menjaga integritas lembaga-lembaga negara dari serangan informasi yang tidak benar dan berpotensi merusak kepercayaan publik. Senin, (14//07/2025).

“Kami menyayangkan munculnya pemberitaan sepihak yang tidak akurat dan tidak terverifikasi. Tuduhan semacam ini bisa merusak reputasi BAZNAS DKI Jakarta sebagai lembaga negara yang memiliki peran strategis dalam pengelolaan zakat dan kesejahteraan sosial umat,” Tegas David.

Bank Jakarta sendiri telah merilis klarifikasi resmi terkait tuduhan tersebut. Dalam pernyataannya, Bank Jakarta membantah keras telah memberikan gratifikasi berupa lima unit kendaraan kepada individu komisioner BAZNAS.

Semua bentuk kerja sama yang dijalankan oleh Bank Jakarta dilakukan berdasarkan prinsip tata kelola yang baik dan tunduk pada peraturan perundang-undangan yang berlaku.

David Hamka juga menambahkan bahwa penyebaran hoaks atau berita palsu harus dilawan secara tegas agar tidak menjadi preseden buruk bagi kehidupan demokrasi dan kredibilitas institusi.

“Kami mengajak semua pihak, termasuk media massa, untuk menjunjung tinggi etika jurnalistik. Konfirmasi dan keberimbangan adalah prinsip dasar dalam penyajian berita. Jangan sampai institusi seperti BAZNAS dan Bank Jakarta dijadikan korban fitnah publik,” Ujarnya.

Lebih lanjut, Bank Jakarta menegaskan komitmennya terhadap integritas dan prinsip Good Corporate Governance. Dalam keterangannya, pihak bank juga menyatakan sedang mempertimbangkan langkah hukum untuk menindak penyebaran informasi yang tidak benar tersebut.

David Hamka mengingatkan bahwa peran BAZNAS sangat vital dalam penyaluran dana umat, sehingga menjaga kredibilitasnya adalah tanggung jawab bersama.

“BAZNAS bukan hanya lembaga formal negara, tapi juga simbol amanah umat. Merusak kepercayaan kepada BAZNAS sama saja dengan mengkhianati perjuangan sosial dan nilai-nilai keislaman yang diembannya,” Tutupnya. (MUN)

Loading...

Baca Juga